Tim eSports Sebut Edukasi Jadi Garansi Kualitas Gamer

Di tengah gemerlapnya dunia eSports, tim-tim eSports ternyata masih berasumsi betapa pentingnya pendidikan sebagai garansi untuk masa depan anggota timnya. Edukasi menjadi salah satu teknik untuk mencegah kegagalan anggota kesebelasan dalam berkarir di dunia eSports.

Manajer kesebelasan eSports Aura, Shin menuliskan pihaknya menilai pendidikan dapat menjamin masa mendatang gamer yang tidak sukes di industri gaming.



"Terbayang saat anggota tidak berhasil di gaming lantas dia melulu lulusan SD. Saya sebagai orang yang bareng dia merasa tanggung jawab sebab saya bawa orang dan tidak sukses. Keluar tidak ada garansi mau jadi apa," kata Shin di area Grogol, Jakarta Barat, Jumat (25/1).


Di samping itu, Shin mengatakan pendidikan juga menilai kualitas keterampilan seseorang guna menangani sebuah masalah. Selain tersebut tingkat kedewasaan seseorang juga diprovokasi oleh tingkat pendidikan.


Bagi Shin, kedewasaan gamer adalahkomponen penting saat bermain game. Terutama dalam gim yang memerlukan kerja sama .

"Makin tinggi pendidikan, semakin arif menangani masalah, lebih santai dan berhati-hati dalam beraksi dan berperilaku. Ketika main game di tim tersebut tidak hanya skill tapi pun ego seseorang. " ujarnya.

Shin mengakui andai mempunyai anggota yang bersekolah sembari berprofesi sebagai gamer pro sampai-sampai harus rela berkorban masa-masa demi mengekor tuntutan pelajaran tim eSports.

Setiap atlet eSports diikat kontrak oleh kesebelasan eSports guna berlaga dalam turnamen. Ketika diikat kontrak, atlet eSports mesti bermukim di markas utama (game house) tim itu untuk berlatih bermain game.

Shin menyatakan markas utama ini laksana mes untuk semua anggota kesebelasan eSports. Biasanya sesi latihan dilangsungkan dari pukul 12 siang sampai pukul 6 sore, terkadang berlanjut sampai pukul 2 dini hari.

"Kita dapat juga pelajaran online. Selama dia dapat sekolah dan dapat masih dapat mengikuti jam latihan, sekitar dia dapat ikuti. Tapi dia dapat berkorban , jadi dia tidak punya masa-masa luang, ya namun ini opsi dia dan dia dapat bertanggung jawab," ucapnya.



Dalam peluang yang sama Manajer kesebelasan eSports PG.Barracx Ardo menyatakan pihaknya bahkan meluangkan homeschooling supaya setiap anggota tim dapat mendapatkan edukasi yang layak.

"Untuk yang usia di bawah 18 tahun kami beri home schooling. Sebelum masuk sini kami tawarkan inginkan lanjutkan sekolah atau inginkan homeschooling. Dari dia-nya orang tuanya bagaimana," ujar Ardo.

Program ini dikhususkan untuk anggota kesebelasan yang berasal dari luar kota. Ardo menyatakan di timnya, masing-masing anggota wajib bermukim di mes untuk menambah kebersamaan dan chemistry saat bermain gim.

"Kalau pelajaran online anda tidak dapat bangun kerja sama dan chemistry. Karena masalah teamwork inginkan lima orang jago namun tidak punya chemistry tentu tim tersebut kalah. Jadi mereka bermukim bersama," tutur Ardo.

Lebih lanjut, Ardo menuliskan pihaknya tidak jarang kali meminta izin untuk orang tua ketika berkeinginan mengontrak calon anggota tim. Ardo menegaskan pihaknya tidak jarang kali menghargai dan menuruti keputusan orang tua yang keberatan anaknya direkrut kesebelasan eSports.

Ardo menyatakan orang tua sering cemas soal garansi masa depan anaknya. Oleh karena tersebut pihaknya meluangkan homeschooling dan menyatakan perkiraan gaji bersih calon anggota kesebelasan yang dapat bernilai dua kali lipat dari gaji upah minimum regional Jakarta.

"Jaminannya apa, makanya kami kasih homeschooling. Di luar negeri homeschooling masuk seminggu dua kali. Ini orang tua tidak butuh bayar dan semua akomodasi kami yang membayar,"pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela