Siapa Saja Diduga Terlibat Kartel Tiket Pesawat? Ini Jawaban KPPU
Maskapai penerbangan sudah menurunkan harga di rute-rute tertentu, Namun, sebelum itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengasumsikan ada permainan harga atau kartel tarif tiket pesawat.
Lantas, siapa di balik sangkaan permainan harga tiket pesawat tersebut?
Komisioner KPPU Kodrat Wibowo menyatakan semua industri jasa penerbangan sudah dikaji berhubungan kartel, oleh sebab tersebut KPPU tidak dapat merinci maskapai yang mengerjakan kecurangan tersebut.
"Yang kami tahu dari hasil rapat komisi ya semuanya (maskapai), tersebut kan industrinya di pasarnya, jadi saat ngomong pasar anda tidak dapat menunjuk siapa," jelasnya untuk detiFinance, Senin (21/1/2019).
Menurutnya Apabila terbukti terdapat permainan harga, maka KPPU akan menambah ke etape penyelidikan.
"Itu yang kita hendak kaji apakah memang laksana itu, bila ada indikasi kita dapat lanjutkan ke tahap sangkaan sehingga dapat masuk ke etape penyelidikan, bila sekarang belum, masih dikaji, ini masih upaya guna mengkaji apakah peristiwa kemarin itu ialah praktek kartel," kata Kodrat.
Pembuktian kartel
Kodrat menambahkan untuk memahami adanya kartel, KPPU mengevaluasi komponen ongkos tiap maskapai guna membuktikan eskalasi harga terjadi secara alami atau tidak.
"Ya kan mesti ada contohnya komponen-komponen biayanya telah berubah dengan apa yang anda punya, apakah memang betul naik, bila memang naik ya memang mesti naik harganya, masa harganya nggak naik, bila terbukti demikian kan berarti tidak terdapat kartel, murni bisnis semata," jelasnya untuk detikFinance, Senin (21/1/2019).
Jika tarif tiket melonjak tanpa dalil yang jelas, urusan itu adalahsalah satu adanya sangkaan permainan harga.
"Jadi bila tiba-tiba harga naik berarti kan ada bagian lain, nah anda harus ketahui apa bagian itu, sebab kan gini, bila harga naik terus menerus tersebut kan anda harus duga (kartel)," tambahnya.
Kodrat mengatakan eskalasi harga tiket yang dilaksanakan maskapai juga belum menjangkau satu bulan. Maka dari itu, pihaknya bakal terus mengkaji adanya sangkaan tersebut.
"Orang baru cuma sejumlah bulan, belum hingga sebulan kan, makanya ini melulu salah satu kajian terhadap apa yang terjadi," tuturnya.
Lantas, siapa di balik sangkaan permainan harga tiket pesawat tersebut?
Komisioner KPPU Kodrat Wibowo menyatakan semua industri jasa penerbangan sudah dikaji berhubungan kartel, oleh sebab tersebut KPPU tidak dapat merinci maskapai yang mengerjakan kecurangan tersebut.
"Yang kami tahu dari hasil rapat komisi ya semuanya (maskapai), tersebut kan industrinya di pasarnya, jadi saat ngomong pasar anda tidak dapat menunjuk siapa," jelasnya untuk detiFinance, Senin (21/1/2019).
Menurutnya Apabila terbukti terdapat permainan harga, maka KPPU akan menambah ke etape penyelidikan.
"Itu yang kita hendak kaji apakah memang laksana itu, bila ada indikasi kita dapat lanjutkan ke tahap sangkaan sehingga dapat masuk ke etape penyelidikan, bila sekarang belum, masih dikaji, ini masih upaya guna mengkaji apakah peristiwa kemarin itu ialah praktek kartel," kata Kodrat.
Pembuktian kartel
Kodrat menambahkan untuk memahami adanya kartel, KPPU mengevaluasi komponen ongkos tiap maskapai guna membuktikan eskalasi harga terjadi secara alami atau tidak.
"Ya kan mesti ada contohnya komponen-komponen biayanya telah berubah dengan apa yang anda punya, apakah memang betul naik, bila memang naik ya memang mesti naik harganya, masa harganya nggak naik, bila terbukti demikian kan berarti tidak terdapat kartel, murni bisnis semata," jelasnya untuk detikFinance, Senin (21/1/2019).
Jika tarif tiket melonjak tanpa dalil yang jelas, urusan itu adalahsalah satu adanya sangkaan permainan harga.
"Jadi bila tiba-tiba harga naik berarti kan ada bagian lain, nah anda harus ketahui apa bagian itu, sebab kan gini, bila harga naik terus menerus tersebut kan anda harus duga (kartel)," tambahnya.
Kodrat mengatakan eskalasi harga tiket yang dilaksanakan maskapai juga belum menjangkau satu bulan. Maka dari itu, pihaknya bakal terus mengkaji adanya sangkaan tersebut.
"Orang baru cuma sejumlah bulan, belum hingga sebulan kan, makanya ini melulu salah satu kajian terhadap apa yang terjadi," tuturnya.
Comments
Post a Comment