Kembangkan Pengganti Android, Google Gaet Pejabat Apple
Google merekrut veteran developer MacOS Apple, Bill Stevenson, untuk menolong mengembangkan Fuchsia. Fuchsia adalahsistem operasi baru yang tengah dikembangkan Google.
Rencananya, OS bari ini bakal mengeser sistem operasi Android guna ponsel dan Chrome guna produk laptop mereka. Google berangan-angan membuat Fuschia yang membulatkan sistem operasi guna dua perangkat bertolak belakang itu. Sehingga, Fuchsia dapat berjalan baik di smartphone maupun laptop.
Fuchsia pun diharapkan dapat berjalan pada perlengkapan speaker cerdas (smart speaker). Bahkan menurut sejumlah laporan, Google akan menempatkan Fuchsia guna smartspeaker sebelum ditempatkan di smartphone ataupun laptop.
Meski sudah tidak sedikit diberitakan, tetapi Google belum mengakui eksistensi Fuchsia. Google pun tak menangkal bocoran- bocoran soal sistem operasi tersebut di internet yang telah mulai ramai semenjak 2016.
Stevenson ialah insinyur yang sudah bekerja guna Apple sekitar 14 tahun. Ia bakal bergabung dengan Google pada Februari mendatang laksana tertulis dalam artikel yang diposkan di LinkedIn lelaki ini.
"Saya paling senang guna memberitahukan bila Februari mendatang saya bakal bergabung dengan Google dan menolong mengembangkan sistem operasi baru yang disebut Fuchsia ke pasar," tulisnya seperti diadukan 9to5Google
Pada pertengahan tahun lalu, suatu laporan menyinggung Google perlu tiga tahun lagi supaya siap untuk mengenalkan speaker cerdas Fuchsia. Selain tersebut diperkirakan perlu tambahan dua tahun lagi untuk membawa sistem operasi baru tersebut ke smartphone dan laptop.
Google tengah bersiap guna menggeser Android di masa depan. Bulan kemudian Google merilis versi stabil dari perlengkapan pengembangan software anyarnya, Flutter.
Dengan perlengkapan ini, pengembang dapat membangun software yang dapat berjalan di Android, iOS, dan Fuchsia.
Di samping itu, bocoran beda menyebut kalau software Android nantinya dapat berjalan di platform Fuchsia. Dengan demikian Google berjuang menjaga supaya transisi dari Android ke Fuchsia berlangsung semulus mungkin.
Stevenson sendiri mengawali karir di Apple semenjak 2004 sebagai Product Release Engineer guna sistem operasi Mac OS X. Empat tahun lantas ia menjabat sebagai Senior Engineering Program Manager dan pada 2012 ia menjadi Senior Manager guna manajemen program Mac/Windows.
Di Apple, tiap insinyur terlibat masing-masing perusahaan tersebut mengeluarkan sistem operasi baru, mulai dari Lion sampai Mojave. Mereka pun mengawasi penciptaan fitur lain laksana AirPlay, Find My Mac, iCloud guna Mac, dan AirDrop.
Ia pun bekerja dengan developer pihak ketiga dan tim developer software dan hardware pihak ketiga di Apple. Seluruh kemahiran Stevenson sepertinya sesuai dengan keperluan Google dalam pengembangan Fuchsia yang pun ditujukan untuk perlengkapan laptop dan desktop, serta perlengkapan lainnya, seperti diadukan BGR
Rencananya, OS bari ini bakal mengeser sistem operasi Android guna ponsel dan Chrome guna produk laptop mereka. Google berangan-angan membuat Fuschia yang membulatkan sistem operasi guna dua perangkat bertolak belakang itu. Sehingga, Fuchsia dapat berjalan baik di smartphone maupun laptop.
Fuchsia pun diharapkan dapat berjalan pada perlengkapan speaker cerdas (smart speaker). Bahkan menurut sejumlah laporan, Google akan menempatkan Fuchsia guna smartspeaker sebelum ditempatkan di smartphone ataupun laptop.
Meski sudah tidak sedikit diberitakan, tetapi Google belum mengakui eksistensi Fuchsia. Google pun tak menangkal bocoran- bocoran soal sistem operasi tersebut di internet yang telah mulai ramai semenjak 2016.
Stevenson ialah insinyur yang sudah bekerja guna Apple sekitar 14 tahun. Ia bakal bergabung dengan Google pada Februari mendatang laksana tertulis dalam artikel yang diposkan di LinkedIn lelaki ini.
"Saya paling senang guna memberitahukan bila Februari mendatang saya bakal bergabung dengan Google dan menolong mengembangkan sistem operasi baru yang disebut Fuchsia ke pasar," tulisnya seperti diadukan 9to5Google
Pada pertengahan tahun lalu, suatu laporan menyinggung Google perlu tiga tahun lagi supaya siap untuk mengenalkan speaker cerdas Fuchsia. Selain tersebut diperkirakan perlu tambahan dua tahun lagi untuk membawa sistem operasi baru tersebut ke smartphone dan laptop.
Google tengah bersiap guna menggeser Android di masa depan. Bulan kemudian Google merilis versi stabil dari perlengkapan pengembangan software anyarnya, Flutter.
Dengan perlengkapan ini, pengembang dapat membangun software yang dapat berjalan di Android, iOS, dan Fuchsia.
Di samping itu, bocoran beda menyebut kalau software Android nantinya dapat berjalan di platform Fuchsia. Dengan demikian Google berjuang menjaga supaya transisi dari Android ke Fuchsia berlangsung semulus mungkin.
Stevenson sendiri mengawali karir di Apple semenjak 2004 sebagai Product Release Engineer guna sistem operasi Mac OS X. Empat tahun lantas ia menjabat sebagai Senior Engineering Program Manager dan pada 2012 ia menjadi Senior Manager guna manajemen program Mac/Windows.
Di Apple, tiap insinyur terlibat masing-masing perusahaan tersebut mengeluarkan sistem operasi baru, mulai dari Lion sampai Mojave. Mereka pun mengawasi penciptaan fitur lain laksana AirPlay, Find My Mac, iCloud guna Mac, dan AirDrop.
Ia pun bekerja dengan developer pihak ketiga dan tim developer software dan hardware pihak ketiga di Apple. Seluruh kemahiran Stevenson sepertinya sesuai dengan keperluan Google dalam pengembangan Fuchsia yang pun ditujukan untuk perlengkapan laptop dan desktop, serta perlengkapan lainnya, seperti diadukan BGR

Comments
Post a Comment