Jokowi Beli Sabun Rp 2 M, BPN Minta Bawaslu Telusuri Sumber Duitnya
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memandang sumber fulus Rp 2 miliar yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan pembelian sabun di Garut masih simpang siur. BPN menilai penjelasan pihak Istana dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak sejalan.
"Dari mula simpang siur, orang TKN laksana Arsul Sani dan Karding saja tidak tahu dananya dari mana. Lalu pihak KSP bilang duit pribadi, baru sesudah semakin simpang siur, kami mempertanyakan, baru dibalas oleh Seskab (Pramono Anung) gunakan dana kesebelasan kampanye. Tapi menariknya dua Wakil TKN tidak tahu dananya dari mana," kata juru bicara BPN, Andre Rosiade
Berdasarkan keterangan dari Andre, Bawaslu butuh meyakinkan sumber duit tersebut. Tujuannya supaya tidak terdapat kesimpangsiuran sumber duit untuk melakukan pembelian sabun tersebut.
"Ini menunjukkan perlu Bawaslu menelaah ini. Apalagi Pak Jokowi berangkat ke Garut ini kan terdapat isu yang mengikuti, terdapat isu pemakaian uang CSR di antara BUMN, tapi perlu klarifikasi apakah benar atau tidak. Saran saya mesti diaudit pun BUMN yang menemukan isu CSR-nya dipakai. Itu mesti diklarifikasi dan bila perlu diaudit, agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan fitnah," ujarnya.
Sabun cuci piring yang dibeli semuanya Jokowi kepunyaan pengusaha lokal kepunyaan Eli Liawati. Sabunnya tersebut diberi label 'Sabun Cuci Padawangi'. Eli adalahanggota kumpulan usaha PKH Padawangi dari Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Garut.
Harga satu botolnya Rp 20 ribu. Sebanyak 100 ribu botol yang dipesan Jokowi tersebut harus telah tersedia sampai akhir Februari nanti. Nantinya pesanan itu akan diberikan kepada masyarakat.
"Dia kan beli ke salah satu kumpulan usaha, UMKM. Tanya ke Pak Jokowi mengapa beli ke satu pihak, mengapa tidak berapa pihak agar uangnya, penyaluran pendapatannya lebih merata. Saya tidak tahu alasannya," pungkas Andre.
"Dari mula simpang siur, orang TKN laksana Arsul Sani dan Karding saja tidak tahu dananya dari mana. Lalu pihak KSP bilang duit pribadi, baru sesudah semakin simpang siur, kami mempertanyakan, baru dibalas oleh Seskab (Pramono Anung) gunakan dana kesebelasan kampanye. Tapi menariknya dua Wakil TKN tidak tahu dananya dari mana," kata juru bicara BPN, Andre Rosiade
Berdasarkan keterangan dari Andre, Bawaslu butuh meyakinkan sumber duit tersebut. Tujuannya supaya tidak terdapat kesimpangsiuran sumber duit untuk melakukan pembelian sabun tersebut.
"Ini menunjukkan perlu Bawaslu menelaah ini. Apalagi Pak Jokowi berangkat ke Garut ini kan terdapat isu yang mengikuti, terdapat isu pemakaian uang CSR di antara BUMN, tapi perlu klarifikasi apakah benar atau tidak. Saran saya mesti diaudit pun BUMN yang menemukan isu CSR-nya dipakai. Itu mesti diklarifikasi dan bila perlu diaudit, agar tidak terjadi kesimpangsiuran dan fitnah," ujarnya.
Sabun cuci piring yang dibeli semuanya Jokowi kepunyaan pengusaha lokal kepunyaan Eli Liawati. Sabunnya tersebut diberi label 'Sabun Cuci Padawangi'. Eli adalahanggota kumpulan usaha PKH Padawangi dari Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Garut.
Harga satu botolnya Rp 20 ribu. Sebanyak 100 ribu botol yang dipesan Jokowi tersebut harus telah tersedia sampai akhir Februari nanti. Nantinya pesanan itu akan diberikan kepada masyarakat.
"Dia kan beli ke salah satu kumpulan usaha, UMKM. Tanya ke Pak Jokowi mengapa beli ke satu pihak, mengapa tidak berapa pihak agar uangnya, penyaluran pendapatannya lebih merata. Saya tidak tahu alasannya," pungkas Andre.

Comments
Post a Comment