Ma'ruf Amin Sebut Yang Tuduh Jokowi Anti-Islam Orang Bengong

Cawapres KH Ma'ruf Amin menyinggung pasangannya, capres petahana Joko Widodo (Jokowi), telah menyerahkan penghargaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Ma'ruf juga berkata soal keislaman Jokowi.

"Ini penghargaan Pak Jokowi terhadap NU. Saya memandang, mengusung saya jadi cawapres (merupakan) penghormatan untuk ulama. Padahal Pak Presiden dapat saja angkat jadi politisi, profesional, pengusaha, atau TNI-Polri, namun tidak mengusung mereka. Pilih ulama, berarti Pak Jokowi menyukai ulama," ucap Ma'ruf Amin dalam sambutan di acara Ngawi Bersholawat di Alun-alun Ngawi, Jawa Timur

Acara ini dihadiri ribuan peserta Mafia Sholawat dipimpin KH Ali Sodikin atau Gus Ali Gondrong. Acara ini turut pula dihadiri Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan semua kiai.

Ma'ruf pun menyebut dalil mau disuruh Jokowi menjadi cawapres sebab menghormati ulama. Padahal Ma'ruf sebelumnya menjabat Rais Aam PBNU dan Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun mau menjadi cawapres.

"Saya disuruh Pak Jokowi menjadi cawapres. Banyak orang bertanya telah menjadi Rais Aam PBNU dan Ketum MUI, mau mau menjadi cawapres. Pak Jokowi menyuruh saya, sebuah penghormatan NU," tutur dia.

Berdasarkan keterangan dari Ma'ruf, telah lama kader NU tidak menjadi pemimpin nasional semenjak era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Oleh karena itu, ketika ini dirinya pun kader NU dapat menjadi wakil presiden.

"Sudah lama kader NU tidak menjadi pimpinan semenjak Gus Dur, sebelum dan sesudahnya. Karena itu, saya bercita-cita penghormatan ini terdapat kader NU tidak melulu jadi wapres, namun presiden," jelas dia.

"Saya memandang beliau (Jokowi) menghargai ulama. Kalau dibilang anti-Islam atau tidak menyukai ulama, orang ini bengong. Wakilnya saja kiai. Saya mau disuruh beliau sebab sudah tidak sedikit berbuat guna kepentingan bangsa dan negara," kata Ma'ruf.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela