Harlah Muslimat NU ke-73 Bersih dari Atribut Partai Politik
Ribuan kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memadati Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, semenjak Minggu (27/1) dini hari. Mereka datang dalam rangka menghadiri Harlah Muslimat NU ke-73.
Para kader yang muncul mengisi tribun penonton sampai nampak hijau dari kejauhan. Sebagian lagi sedang di tengah lapangan dekat dengan panggung.
Pantauan CNNIndonesia.com, tidak terdapat satu juga atribut politik yang dipasang di dekat Stadion GBK ketika harlah, baik di unsur luar inginkan pun dalam stadion.
Para kader Muslimat NU juga tidak terdapat yang terlihat membawa atribut politik. Tiada bendera partai politik. Para Muslimat NU yang muncul pun nampak tidak terdapat yang mengenakan pakaian dengan artikel atau gambar yang berisi bagian politik.
"Sejauh ini tidak terdapat yang bawa jadi ya tidak terdapat yang disita," kata seorang anggota Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) yang berjaga di pintu masuk.
Salah satu kader muslimat NU Nana (45) menyatakan memang tidak berniat membawa atribut politik. Dia menuliskan imbauan dari ketua panitia acara telah diterimanya sejak sejumlah hari yang lalu. Nana sendiri datang dari Lampung.
"Iya. Kita tidak terdapat yang bawa begitu-begitu (atribut politik ). Soalnya dilarang. Nanti justeru dibilang kampanye terus viral," kata Nana.
Sejauh ini, atribut yang nampak melulu sebatas bendera NU, spanduk , baliho sampai poster bertajuk Harlah Muslimat NU ke-73. Itu dipasang di dekat wilayah Stadion GBK. Di unsur atas tribun stadion, bendera NU dan Merah Putih bersanding.
Ketiadaan atribut politik di stadion GBK cocok dengan imbauan Ketua Panitia Harlah Muslimat NU ke 73, Yenny Wahid. Sebelumnya, dia meminta untuk para kader supaya tidak membawa atribut yang sehubungan dengan identitas politik tertentu.
Ia bercita-cita kebijakan ini dapat mengawal tujuan acara peringatan Harlah Muslimat NU ke-73, yakni doa bersama.
"Kami mengimbau supaya tidak membawa atribut politik, sebab ini acara ormas [organisasi kemasyarakatan]. Panitia ini murni acara doa bersama. Aturan, kebijakannya dari kami laksana itu," kata Yenny saat didatangi usai menghadiri acara Pemberian Santunan untuk 1.000 Anak Yatim, di Komplek GBK, Sabtu (26/1).
Para kader yang muncul mengisi tribun penonton sampai nampak hijau dari kejauhan. Sebagian lagi sedang di tengah lapangan dekat dengan panggung.
Pantauan CNNIndonesia.com, tidak terdapat satu juga atribut politik yang dipasang di dekat Stadion GBK ketika harlah, baik di unsur luar inginkan pun dalam stadion.
Para kader Muslimat NU juga tidak terdapat yang terlihat membawa atribut politik. Tiada bendera partai politik. Para Muslimat NU yang muncul pun nampak tidak terdapat yang mengenakan pakaian dengan artikel atau gambar yang berisi bagian politik.
"Sejauh ini tidak terdapat yang bawa jadi ya tidak terdapat yang disita," kata seorang anggota Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) yang berjaga di pintu masuk.
Salah satu kader muslimat NU Nana (45) menyatakan memang tidak berniat membawa atribut politik. Dia menuliskan imbauan dari ketua panitia acara telah diterimanya sejak sejumlah hari yang lalu. Nana sendiri datang dari Lampung.
"Iya. Kita tidak terdapat yang bawa begitu-begitu (atribut politik ). Soalnya dilarang. Nanti justeru dibilang kampanye terus viral," kata Nana.
Sejauh ini, atribut yang nampak melulu sebatas bendera NU, spanduk , baliho sampai poster bertajuk Harlah Muslimat NU ke-73. Itu dipasang di dekat wilayah Stadion GBK. Di unsur atas tribun stadion, bendera NU dan Merah Putih bersanding.
Ketiadaan atribut politik di stadion GBK cocok dengan imbauan Ketua Panitia Harlah Muslimat NU ke 73, Yenny Wahid. Sebelumnya, dia meminta untuk para kader supaya tidak membawa atribut yang sehubungan dengan identitas politik tertentu.
Ia bercita-cita kebijakan ini dapat mengawal tujuan acara peringatan Harlah Muslimat NU ke-73, yakni doa bersama.
"Kami mengimbau supaya tidak membawa atribut politik, sebab ini acara ormas [organisasi kemasyarakatan]. Panitia ini murni acara doa bersama. Aturan, kebijakannya dari kami laksana itu," kata Yenny saat didatangi usai menghadiri acara Pemberian Santunan untuk 1.000 Anak Yatim, di Komplek GBK, Sabtu (26/1).

Comments
Post a Comment