Modal Asing dan Rupiah Diramal Bikin IHSG Betah di Zona Hijau
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diduga menguat mula pekan ini, Senin (28/1). Sentimen positif masih ditopang oleh aliran modal asing (capital inflow) dan rupiah.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menuliskan pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy sejak mula tahun sampai akhir pekan lalu, Jumat (25/1). Artinya, jumlah duit yang masuk lebih tidak sedikit dibandingkan dengan aksi jual oleh investor asing.
"Ini didukung oleh hal kondisi mendasar perekonomian yang masih relatif stabil," papar William dalam risetnya.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pelaku pasar asing membukukan beli bersih sejak mula tahun sampai 28 Januari ini sebesar Rp10,8 triliun. Namun, eksklusif Jumat kemarin asing tidak sedikit melakukan aksi jual sampai-sampai tercatat jual bersih atau net sell sebesar Rp177,48 miliar.
Lalu, RTI Infokom menulis rupiah pada pekan kemudian bergerak di level Rp14.085 per dolar Amerika Serikat (AS). Sepanjang pekan lalu, rupiah berada di lokasi Rp14.000-Rp14.100 per dolar AS.
"Pergerakan IHSG memulai pekan terakhir di bulan kesatu tahun 2019 masih mengindikasikan pola penguatan yang tampak masih bakal berlanjut," jelas William.
William meramalkan IHSG dapat menginjakkan kaki di lokasi 6.542 sebagai level resistance-nya. Sementara, guna batas bawah atau support-nya di level 6.318.
Adapun, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido menyaksikan dalam satu pekan ini IHSG bakal menguat dalam rentang terbatas laksana pekan lalu. Terlebih, pada mula pekan ini indeks masih minim sentimen.
"Sentimen baru terdapat pada akhir pekan dari inflasi dan pengumuman kepandaian The Fed," tutur Kevin.
Ia menuliskan Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mempublikasikan tingkat inflasi Januari 2019 pada 1 Februari 2019. Kemudian, bank sentral AS bakal memberikan kepandaian baru tentang suku bunga acuan.
"Jadi IHSG sepanjang pekan barangkali bergerak sideways ingin menguat," ujar Kevin.
Kevin menebak sepanjang pekan ini IHSG berada dalam kisaran 6.400 hingga 6.578. Bila IHSG tembus ke level resistance-nya, maka indeks akan menguat 1,48 persen dikomparasikan dengan pekan kemudian yang selesai di level 6.482.
Sekadar informasi, IHSG sepanjang pekan kemudian naik 0,54 persen. Hal tersebut seiring dengan nilai kapitalisasi pasar BEI yang pun meningkat 0,56 persen menjadi Rp7.358 triliun.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menuliskan pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy sejak mula tahun sampai akhir pekan lalu, Jumat (25/1). Artinya, jumlah duit yang masuk lebih tidak sedikit dibandingkan dengan aksi jual oleh investor asing.
"Ini didukung oleh hal kondisi mendasar perekonomian yang masih relatif stabil," papar William dalam risetnya.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pelaku pasar asing membukukan beli bersih sejak mula tahun sampai 28 Januari ini sebesar Rp10,8 triliun. Namun, eksklusif Jumat kemarin asing tidak sedikit melakukan aksi jual sampai-sampai tercatat jual bersih atau net sell sebesar Rp177,48 miliar.
Lalu, RTI Infokom menulis rupiah pada pekan kemudian bergerak di level Rp14.085 per dolar Amerika Serikat (AS). Sepanjang pekan lalu, rupiah berada di lokasi Rp14.000-Rp14.100 per dolar AS.
"Pergerakan IHSG memulai pekan terakhir di bulan kesatu tahun 2019 masih mengindikasikan pola penguatan yang tampak masih bakal berlanjut," jelas William.
William meramalkan IHSG dapat menginjakkan kaki di lokasi 6.542 sebagai level resistance-nya. Sementara, guna batas bawah atau support-nya di level 6.318.
Adapun, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido menyaksikan dalam satu pekan ini IHSG bakal menguat dalam rentang terbatas laksana pekan lalu. Terlebih, pada mula pekan ini indeks masih minim sentimen.
"Sentimen baru terdapat pada akhir pekan dari inflasi dan pengumuman kepandaian The Fed," tutur Kevin.
Ia menuliskan Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mempublikasikan tingkat inflasi Januari 2019 pada 1 Februari 2019. Kemudian, bank sentral AS bakal memberikan kepandaian baru tentang suku bunga acuan.
"Jadi IHSG sepanjang pekan barangkali bergerak sideways ingin menguat," ujar Kevin.
Kevin menebak sepanjang pekan ini IHSG berada dalam kisaran 6.400 hingga 6.578. Bila IHSG tembus ke level resistance-nya, maka indeks akan menguat 1,48 persen dikomparasikan dengan pekan kemudian yang selesai di level 6.482.
Sekadar informasi, IHSG sepanjang pekan kemudian naik 0,54 persen. Hal tersebut seiring dengan nilai kapitalisasi pasar BEI yang pun meningkat 0,56 persen menjadi Rp7.358 triliun.

Comments
Post a Comment