Pesan Hijrah Politik PA 212 ke Ahok Jelang Bebas

Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal bebas pada Kamis (24/1). Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin bercita-cita Ahok tak mengulangi perbuatannya.

"Saya selaku Ketua Media Center PA 212 yang memang orang kesatu yang mengadukan Ahok. Dengan bebasnya Ahok, saya bercita-cita untuk tak mengulang tindakan yang lumayan membuat gaduh umat Islam, tidak lagi di Indonesia namun dunia," ucap Novel ketika dihubungi, Selasa (22/1/2019) malam.
Novel menuliskan masalah Islam bukan ranah Ahok guna dikritisi. Dia meminta Ahok melulu mengurus agama sendiri.

Meski begitu, Novel bercita-cita Ahok menemukan hidayah. Dia juga bercita-cita Ahok dapat berubah.



"Ya saya juga bercita-cita ada hidayah yang dapat sampai ke Ahok guna bertaubat, menebus kesalahannya. Agar bermanfaat. Ahok perdalam saja agamanya sendiri. Kalau memang inginkan jadi mualaf, anda akan meyambut dengan tangan terbuka bila memang yang saya dengar Ahok di dalam penjara menyimak Alquran," tuturnya.

"Kita harap Ahok dapat hijrah, tidak mengulang. Hijrah 180 derajat dari apapun, dari ucapan, sikap, kepentingan politik, anda harap bakal hijrah," sambungnya.
Novel pun menanggapi soal Ahok yang dirumorkan bakal kembali berkecimpung di bidang politik dan bergabung dengan PDIP. Dia harap Ahok membatalkan niat itu dan konsentrasi ke dunia bisnis.

"Adapun saya dengar Ahok masuk ke parpol tersebut hak Ahok inginkan berpolitik atau tidak. Berdasarkan keterangan dari saya lebih baik tidak masuk ke politik. Lebih baik menerjuni dunia bisnis," ucap dia.

Namun, bila Ahok hendak melanjutkan karier di dunia politik, Novel menuliskan partai dari Koalisi Keumatan siap menampung politikus asal Belitung itu. Dia menuliskan tak terdapat syarat andai Ahok hendak bergabung.

"Saya rasa guna bergabung tidak terdapat syarat, anda terbuka. Kalau memang Ahok inginkan hijrah politiknya, anda akan terima. Dan mesti umat Islam menyambut dari hijrahnya Ahok," tuturnya.

"Kalau kriteria agama, saya rasa partai nasionalis, Partai Gerindra terbuka. Begitu pun Berkarya terbuka, PAN pun terbuka. Atau barangkali PKS dan PBB yang jadi pengecualian. Cuma insyaallah diterima, lagipula Ahok tadinya memang didukung Gerindra. Mereka bakal menerima bila Ahok inginkan hijrah 180 derajat bila mau berpolitik," sambung Novel.
Sebelumnya Ahok divonis bersalah dan dihukum 2 tahun penjara dalam permasalahan penodaan agama sebab ucapannya berhubungan surat Al-Maidah ayat 51. Ahok menjalani hukuman penjara semenjak 9 Mei 2017.

Menkum HAM Yasonna H Laoly menyinggung Ahok bebas pada Kamis (24/1) dari Mako Brimob. Prosedur administrasi akan ditamatkan di Lapas Cipinang. Ahok akan terbit pada jam kerja.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela