Jejak Kebiadaban Pembunuh yang Bakar Mayat Inah hingga Jadi Abu
Inah Antimurti (20) dibunuh secara sadis. Mayatnya ditemukan hangus terbakar tepat di atas spring bed di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Pembunuhnya diketahui ialah teman korban.
Berikut ialah kronologi tewasnya janda muda asal Gelumbang, Muaraenim yang telah menciptakan geger laksana dirangkum detikcom, Kamis
Siang
Inah diberitakan pamit untuk keluarga guna mengurus surat cerainya dengan sang suami. Ia juga pergi memakai sepeda motor mengarah ke ke kecamatan di Gelumbang, Muaraenim.
Hingga petang, Inah diberitakan tak ada kembali ke lokasi tinggal orang tuanya yang terdapat di Desa Pedamaran. Keluarga pun jajaki menghubungi Inah, namun tak mendapat kabar.
"Inah ini pergi dari lokasi tinggal mau mengurus surat cerai. Baru cerai sama suaminya di Gelumbang dia. Makanya family kaget bisa kabar dibakar," kata ayah kandung Inah, Saparudin di RS Bhayangkara Kota Palembang.
Malam
Sekitar pukul 21.00 WIB, Inah diberitakan berada di kontrakan Asri (30) yang terdapat di jalan lintas Prabumulih-Indralaya. Malam itu, Inah bahkan nyabu bareng Asri dan empat temannya, Abdul Malik, Feriyanto, YG dan FB.
Di hadapan polisi, Malik menyatakan dirinya menyaksikan Inah sempat diperkosa oleh Asri di kamar kontrakan berukuran 3x3 meter itu. Tak lama bersellang, tersiar suara teriakan mohon tolong.
"Saya lihat dia (Inah) main sama Asri di kamar, nggak lama tersiar dia mohon tolong. Pas saya lihat Asri mukul gunakan kayu balok di kamar 2 kali hingga mati," kata Malik mengisahkan kejadian pada malam itu.
Setelah korban tewas, Asri juga meminta pertolongan ketiga temannya untuk menggali karung. Sementara YG diminta Asri pergi ke warung terdekat dan melakukan pembelian bensin 4 litter.
Saat diminta bantu itu, Malik juga diberi peluang oleh Asri guna bersetubuh dengan Inah. Padahal korban dijamin telah tewas. Selanjutnya korban diangkut ke atas mobil pickup BG-9207-NH yang diperkirakan milik Asri.
Minggu, 20 Januari 2019
Korban ditemukan tewas oleh seorang pencari rumput, Tugino (45) di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Saat ditemukan itu, kondisinya sangat menyedihkan dan hangus terbakar.
Polres Ogan Ilir yang menemukan kabar itu langsung mengamankan tempat dan mengerjakan olah TKP. Polisi menyinggung korban wanita berusia antara 17-20 tahun.
"Kondisi telah tidak utuh, tak terdapat lagi identitas yang kami temukan di lokasi. Dugaan kami ini korban pembunuhan, umur masih remaja antara 17-20 tahun," kata Kepala SPKT Polres Ogan Ilir, Ipda Agus.
Selasa, 22 Januari 2019
Subdit Jatanras Polda Sumsel bareng Polres Ogan Ilir menggali tahu identitas si korban. Sementara tersebut Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain meminta anak buahnya segera mengejar pelaku.
Bermodalkan penjelasan para saksi dan penduduk yang menyatakan keluarga si korban, polisi sukses menangkap empat pelaku, Feri, Abdul Malik, YG dan FB di rumahnya setiap di wilayah Talang-Taling, Muaraenim.
Usut punya usut, korban dibunuh sebab punya hutang. Tapi polisi tak menyinggung secara mendetail berapa hutang korban pada Asri. Termasuk apakah hutang tersebut bersangkutan sabu yang mereka konsumsi bersama.
"Motif sejauh ini sebab utang. Untuk tersebut utang apa, yang jelas korban terdapat punya utang untuk si pelaku Asri (DPO)," kata Kapolda Sumsel, Irejn Zulkarnain.
Di samping telah menciduk keempat pelaku, Zulkarnain menyatakan pihaknya sekarang masih mengejar Asri. Terakhir Asri diketahui sebagai eksekutor sekaligus benak pelaku pembunuhan Inah, janda muda yang pun punya satu orang anak berusia 2,3 tahun.
Berikut ialah kronologi tewasnya janda muda asal Gelumbang, Muaraenim yang telah menciptakan geger laksana dirangkum detikcom, Kamis
Siang
Inah diberitakan pamit untuk keluarga guna mengurus surat cerainya dengan sang suami. Ia juga pergi memakai sepeda motor mengarah ke ke kecamatan di Gelumbang, Muaraenim.
Hingga petang, Inah diberitakan tak ada kembali ke lokasi tinggal orang tuanya yang terdapat di Desa Pedamaran. Keluarga pun jajaki menghubungi Inah, namun tak mendapat kabar.
"Inah ini pergi dari lokasi tinggal mau mengurus surat cerai. Baru cerai sama suaminya di Gelumbang dia. Makanya family kaget bisa kabar dibakar," kata ayah kandung Inah, Saparudin di RS Bhayangkara Kota Palembang.
Malam
Sekitar pukul 21.00 WIB, Inah diberitakan berada di kontrakan Asri (30) yang terdapat di jalan lintas Prabumulih-Indralaya. Malam itu, Inah bahkan nyabu bareng Asri dan empat temannya, Abdul Malik, Feriyanto, YG dan FB.
Di hadapan polisi, Malik menyatakan dirinya menyaksikan Inah sempat diperkosa oleh Asri di kamar kontrakan berukuran 3x3 meter itu. Tak lama bersellang, tersiar suara teriakan mohon tolong.
"Saya lihat dia (Inah) main sama Asri di kamar, nggak lama tersiar dia mohon tolong. Pas saya lihat Asri mukul gunakan kayu balok di kamar 2 kali hingga mati," kata Malik mengisahkan kejadian pada malam itu.
Setelah korban tewas, Asri juga meminta pertolongan ketiga temannya untuk menggali karung. Sementara YG diminta Asri pergi ke warung terdekat dan melakukan pembelian bensin 4 litter.
Saat diminta bantu itu, Malik juga diberi peluang oleh Asri guna bersetubuh dengan Inah. Padahal korban dijamin telah tewas. Selanjutnya korban diangkut ke atas mobil pickup BG-9207-NH yang diperkirakan milik Asri.
Minggu, 20 Januari 2019
Korban ditemukan tewas oleh seorang pencari rumput, Tugino (45) di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Saat ditemukan itu, kondisinya sangat menyedihkan dan hangus terbakar.
Polres Ogan Ilir yang menemukan kabar itu langsung mengamankan tempat dan mengerjakan olah TKP. Polisi menyinggung korban wanita berusia antara 17-20 tahun.
"Kondisi telah tidak utuh, tak terdapat lagi identitas yang kami temukan di lokasi. Dugaan kami ini korban pembunuhan, umur masih remaja antara 17-20 tahun," kata Kepala SPKT Polres Ogan Ilir, Ipda Agus.
Selasa, 22 Januari 2019
Subdit Jatanras Polda Sumsel bareng Polres Ogan Ilir menggali tahu identitas si korban. Sementara tersebut Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain meminta anak buahnya segera mengejar pelaku.
Bermodalkan penjelasan para saksi dan penduduk yang menyatakan keluarga si korban, polisi sukses menangkap empat pelaku, Feri, Abdul Malik, YG dan FB di rumahnya setiap di wilayah Talang-Taling, Muaraenim.
Usut punya usut, korban dibunuh sebab punya hutang. Tapi polisi tak menyinggung secara mendetail berapa hutang korban pada Asri. Termasuk apakah hutang tersebut bersangkutan sabu yang mereka konsumsi bersama.
"Motif sejauh ini sebab utang. Untuk tersebut utang apa, yang jelas korban terdapat punya utang untuk si pelaku Asri (DPO)," kata Kapolda Sumsel, Irejn Zulkarnain.
Di samping telah menciduk keempat pelaku, Zulkarnain menyatakan pihaknya sekarang masih mengejar Asri. Terakhir Asri diketahui sebagai eksekutor sekaligus benak pelaku pembunuhan Inah, janda muda yang pun punya satu orang anak berusia 2,3 tahun.

Comments
Post a Comment