Pesawat Otonom Boeing Sukses Uji Terbang Pertama
Anak usaha Boeing mempunyai nama Aurora Flight Sciences sukses menuntaskan uji terbang kesatu guna pesawat otonom elektrik penumpangnya.
Dalam uji terbang perdananya tersebut pesawat ini take off secara vertikal, lalu mengambang selama sejumlah detik dan tiba kembali di Manassas, Virginia, Amerika Serikat. Boeing menyinggung ke depannya mereka bakal kembali mengerjakan uji terbang lanjutan guna pesawat ini.
Beberapa aspek yang diuji dalam penerbangan selanjutnya itu ialah terbang secara horizontal alias memakai sayapnya dan pun transisi antara terbang vertikal dan horizontal.
Pengujian yang berhasil ini ialah langkah urgen dalam penerbangan otonom pesawat elektrik, atau nantinya dapat disebut taksi terbang, yang bermanfaat untuk mengantar penumpang dari satu gedung ke gedung lain, demikian dilansir detikINET dari The Verge, Jumat (25/1/2019).
Boeing ialah satu dari tidak sedikit perusahaan beda yang tengah mengusahakan layanan aksi terbang ini. Dan pasti mereka punya kelebihan besar, yakni sebagai di antara perusahaan penerbangan terbesar di dunia, mereka punya sumber daya yang dapat membantu mempercepat proses pengembangannya.
Pesawat elektrik otonom produksi Boeing ini didesain guna terbang secara otonom dari take off hingga landing. Jarak maksimal yang dapat dicapainya ialah 80km. Pesawatnya sendiri punya panjang 9,14 meter, dan lebar 8,53 meter.
Rangka pesawatya tergabung dengan sistem propulsi dan sayap, yang disebut dapat mengefisienkan proses mengambang dan terbang secara horizontalnya, atau dikenal dengan sistem vertical takeoff and landing (VTOL).
Pengujiannya dilaksanakan oleh divisi NeXt kepunyaan Boeing, yang pun membuat prototipe drone ruang belajar berat yang dapat membawa beban seberat 500 pon. Pesawat prototipe tersebut sudah mengerjakan pengujian terbang di dalam ruangan perdananya pada 2018 lalu, dan akan diusahakan terbang di luar ruangan pada 2019.
Sementara Aurora Flight Science ialah perusahaan peneliti penerbangan dan aeronautika yang diakuisisi Boeing pada 2017. Ini ialah salah satu perusahaan kesatu yang berkolaborasi dengan Uber guna mengembangkan jejaring taksi terbang.
Sebelumnya, Bell -- perusahaan pembuat helikopter -- memamerkan pesawat prototipe berskala kecil buatannya yang mempunyai nama Nexus di CES 2019 di Las Vegas
Dalam uji terbang perdananya tersebut pesawat ini take off secara vertikal, lalu mengambang selama sejumlah detik dan tiba kembali di Manassas, Virginia, Amerika Serikat. Boeing menyinggung ke depannya mereka bakal kembali mengerjakan uji terbang lanjutan guna pesawat ini.
Beberapa aspek yang diuji dalam penerbangan selanjutnya itu ialah terbang secara horizontal alias memakai sayapnya dan pun transisi antara terbang vertikal dan horizontal.
Pengujian yang berhasil ini ialah langkah urgen dalam penerbangan otonom pesawat elektrik, atau nantinya dapat disebut taksi terbang, yang bermanfaat untuk mengantar penumpang dari satu gedung ke gedung lain, demikian dilansir detikINET dari The Verge, Jumat (25/1/2019).
Boeing ialah satu dari tidak sedikit perusahaan beda yang tengah mengusahakan layanan aksi terbang ini. Dan pasti mereka punya kelebihan besar, yakni sebagai di antara perusahaan penerbangan terbesar di dunia, mereka punya sumber daya yang dapat membantu mempercepat proses pengembangannya.
Pesawat elektrik otonom produksi Boeing ini didesain guna terbang secara otonom dari take off hingga landing. Jarak maksimal yang dapat dicapainya ialah 80km. Pesawatnya sendiri punya panjang 9,14 meter, dan lebar 8,53 meter.
Rangka pesawatya tergabung dengan sistem propulsi dan sayap, yang disebut dapat mengefisienkan proses mengambang dan terbang secara horizontalnya, atau dikenal dengan sistem vertical takeoff and landing (VTOL).
Pengujiannya dilaksanakan oleh divisi NeXt kepunyaan Boeing, yang pun membuat prototipe drone ruang belajar berat yang dapat membawa beban seberat 500 pon. Pesawat prototipe tersebut sudah mengerjakan pengujian terbang di dalam ruangan perdananya pada 2018 lalu, dan akan diusahakan terbang di luar ruangan pada 2019.
Sementara Aurora Flight Science ialah perusahaan peneliti penerbangan dan aeronautika yang diakuisisi Boeing pada 2017. Ini ialah salah satu perusahaan kesatu yang berkolaborasi dengan Uber guna mengembangkan jejaring taksi terbang.
Sebelumnya, Bell -- perusahaan pembuat helikopter -- memamerkan pesawat prototipe berskala kecil buatannya yang mempunyai nama Nexus di CES 2019 di Las Vegas

Comments
Post a Comment