China Blokir Mesin Pencari Microsoft, Bing
Mesin pencari kepunyaan Microsoft, Bing telah ditutup di China. Dilansir dari Reuters, Financial Times mengungkapkan China Unicom sudah mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menyuruh untuk memblokir situs Bing.
Kejadian ini bermula dari pemakai di China mengeluh di media sosial sebab gagal tidak dapat mengakses website web Bing. FT menuturkan Microsoft sedang menginvestigasi masalah ini.
Lebih lanjut, Reuters mengungkapkan Microsoft membetulkan bahwa Bing tidak dapat diakses di China.
"Mesin pencari Bing dari Microsoft Corp ketika ini tidak bisa diakses di China dan perusahaan sedang mengeksplorasi tahapan selanjutnya," ungkap juru bicara Microsoft dalam sebuah pengakuan yang dilansir oleh Reuters.
Platform penelusuran utama Google pun telah ditutup di China semenjak 2010.
Kontrol internet sudah diperketat di bawah Presiden Xi Jinping. Upaya ini telah dilaksanakan dan dipercepat semenjak 2016, saat Partai Komunis yang berkuasa berjuang untuk menindak perbedaan pendapat dalam lanskap media sosial.
Badan pengawas dunia maya, Cyberspace Administration of China menuliskan bahwa pihaknya sudah menghapus lebih dari 7 juta informasi online dan 9.382 software seluler.
Aksi itu mengkritik software berita perusahaan teknologi Tencent sebab menyebarkan 'informasi vulgar'.
Sebelumnya, November 2017, Skype, panggilan telepon internet dan layanan pesan Microsoft ditarik dari Apple dan toko software Android di Cina
Kejadian ini bermula dari pemakai di China mengeluh di media sosial sebab gagal tidak dapat mengakses website web Bing. FT menuturkan Microsoft sedang menginvestigasi masalah ini.
Lebih lanjut, Reuters mengungkapkan Microsoft membetulkan bahwa Bing tidak dapat diakses di China.
"Mesin pencari Bing dari Microsoft Corp ketika ini tidak bisa diakses di China dan perusahaan sedang mengeksplorasi tahapan selanjutnya," ungkap juru bicara Microsoft dalam sebuah pengakuan yang dilansir oleh Reuters.
Platform penelusuran utama Google pun telah ditutup di China semenjak 2010.
Kontrol internet sudah diperketat di bawah Presiden Xi Jinping. Upaya ini telah dilaksanakan dan dipercepat semenjak 2016, saat Partai Komunis yang berkuasa berjuang untuk menindak perbedaan pendapat dalam lanskap media sosial.
Badan pengawas dunia maya, Cyberspace Administration of China menuliskan bahwa pihaknya sudah menghapus lebih dari 7 juta informasi online dan 9.382 software seluler.
Aksi itu mengkritik software berita perusahaan teknologi Tencent sebab menyebarkan 'informasi vulgar'.
Sebelumnya, November 2017, Skype, panggilan telepon internet dan layanan pesan Microsoft ditarik dari Apple dan toko software Android di Cina

Comments
Post a Comment