3 Balita Meninggal Dunia Akibat DBD di Kota Bogor

Di mula tahun 2019, ada 93 penduduk Kota Bogor yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Jumlah itu naik menyeluruh hanya dalam kurun masa-masa tiga hari.

Sebelumnya diberitakan pada Jumat (18/1), ada 43 penduduk Kota Bogor yang terjangkit DBD. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, tiga balita penduduk Kota Bogor diadukan meninggal dampak DBD.

“Ketiga balita yang meninggal ini ialah pasien di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Cibinong, RS Karya Bhakti Pratiwi, dan di RS FMC,” kata Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Surveilance (P3MS) Dinkes Kota Bogor Sari Chandrawati untuk Republika.co.id, di Kota Bogor, Senin (21/1).

Sari menjelaskan, ketika ini Dinkes telah melangsungkan aksi pemusnahan sarang nyamuk (PSN) secara serentak pada Ahad (20/1) lalu. Dalam aksi tersebut, pihaknya melibatkan jajaran pejabat dan petugas dari bagian kecamatan serta kelurahan, puskesmas, dan masyarakat.

Sari mengatakan, dengan adanya permasalahan penyebaran virus dengue di sekolah, PSN yang dilangsungkan juga dilaksanakan di sekolah-sekolah. Berdasarkan data Dinkes Kota Bogor, dia mengatakan, ada 727 penderita DBD secara akumulatif pada 2018.
Usia rentan yang bisa terjangkit DBD berada di umur 5 sampai 14 tahun. “Sebanyak 403 kasus, atau 55,4 persen permasalahan DBD ialah anak umur sekolah, di kisaran sekolah TK, SD, dan SMP,” kata Sari.

Meski terjadi lonjakan jumlah penderita DBD dalam masa-masa singkat, Sari menegaskan sampai saat ini permasalahan tersebut belum berubah kedudukan menjadi kejadian spektakuler (KLB). Di mana pada tahun tersebut, sejumlah 1.125 enderita DBD dengan permasalahan kematian menjangkau 11 orang, tertinggi dari jumlah permasalahan kematian yang pernah terdapat di Kota Bogor dalam kurun lima tahun terakhir.

Adanya musim pancaroba, kata dia, mesti digalakkan secara serius oleh semua masyarakat dalam gerakan PSN. Pasalnya, angka bebas jentik di Kota Bogor baru menjangkau 92,5 persen dari target yang mestinya sedang di 95 persen.

Kegiatan PSN mesti bisa dimaksimalkan tak melulu menjelang musim hujan, pancaroba, atau musim di mana perkembangbiakkan nyamuk semakin cepat. Untuk tersebut pihaknya mengimbau untuk masyarakat guna dapat menyimak wilayah selama yang rentan dihinggapi nyamuk //aedes aegypti.

“Seperti kaleng-kaleng bekas, pot bunga, atau wadah-wadah yang terbuka, lebih baik dikembalikan saja agar tidak berpotensi jadi lokasi perindukan jentik,” kata dia.

Sementara tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fakhrudin mengatakan, Dinkes Kota Bogor sudah mengantarkan surat imbauan bersangkutan penambahan kewaspadaan pada wabah DBD di Kota Bogor. Dia pun sudah mendengar laporan tentang adanya penularan virus DBD dari sekolah-sekolah untuk anak sekolah didik yang mengakibatkan gangguan serius.

Saya telah imbau ke seluruh sekolah baik tersebut PAUD, TK, SD, dan SMP pada ketika apel pagi tadi. Saya mohon PSN dilaksanakan secara kontinyu supaya lingkungan sekolah bisa terjamin, terbebas dari peredaran sarang nyamuk,” kata dia.

Fakhrudin pun menyebut telah mengerjakan sosialisasi ke seluruh sekolah di Kota Bogor. Tujuannya guna terus menambah kewaspadaan terhadap musim pancaroba yang dapat merangsang perkembangbiakkan nyamuk.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela