TN Komodo Kantongi Rp33,16 Miliar dari Kunjungan Turis
Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Djati Witjaksono Hadi mengatakan, trafik wisatawan ke Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, sudah memberikan akibat pada perkembangan ekonomi wilayah itu secara signifikan.
"Meningkatnya jumlah wisatawan yang berangjangsana ke TN Komodo telah dominan pada perkembangan ekonomi yang signifikan, terutama di Kabupaten Manggarai Barat dan distrik di sekitarnya (NTT)," kata Djati Witjaksono Hadi, laksana yang dilansir dari Antara pada Kamis (14/2).
PILIHAN REDAKSI
Nasib Penutupan Pulau Komodo Ditentukan Agustus Mendatang
Tak Cuma Kejelasan, Konservasi Pulau Komodo Perlu Ketegasan
Melangkah ke Pulau Rinca
Djati lanjut mengatakan, bukan cuma fauna purba komodo yang menjadi pesona pengunjung yang mayoritas adalahwisatawan mancanegara, sebab di TN Komodo pun ada 42 titik selam yang menjadi magnet kedatangan.
Tren jumlah pengunjung ke area wisata tersebut pun terus bertambah dari tahun ke tahun, khususnya sejak area itu diputuskan sebagai New 7 Wonders of Natura pada tahun 2012.
Pada tahun 2014, jumlah trafik wisatawan terdaftar 80.626 ribu, tahun 2015 menjadi 95.410, tahun 2016 naik menjadi 107.711, tahun 2017 naik lagi menjadi 125.069 dan tahun 2018 terdaftar 159.217 wisawatan.
Tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp150 ribu dan wisatawan nusantara sebesar Rp5.000, menurut PP. 12 tahun 2014 mengenai Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Data Kementerian KLHK menunjukkan, penerimaan pungutan yang disetor oleh Balai TN Komodo untuk kas negara terus merasakan peningkatan.
Pada tahun 2014 Balai Taman Nasional Komodo menyetor pungutan guna kas negara sebesar Rp5,4 miliar, tahun 2015 Rp19,20 miliar, tahun 2016 Rp22,80 miliar, tahun 2017 Rp29,10 miliar, dan tahun 2018 Rp 33,16 miliar.
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berangjangsana ke TN Komodo telah dominan pada perkembangan ekonomi yang signifikan, terutama di Kabupaten Manggarai Barat dan distrik di sekitarnya.
Rantai ekonomi dominan pada penghidupan masyarakat pelaku wisata antara beda tour operator yang mengoperasikan 157 kapal wisata, keterlibatan 94 guide dari masyarakat lokal, tingkat hunian 1.136 kamar hotel, lahirnya empat hotel berbintang.
Rantai ekonomi tersebut dominan pada penghidupan 4.556 jiwa masyarakat yang tersebar di Desa Komodo (1.725 jiwa), Desa Papagaran (1.252 jiwa), dan Desa Pasir Panjang (1.579 jiwa). Khusus masyarakat dari Desa Komodo, mayoritas terlibat dalam pekerjaan wisata.
"Meningkatnya jumlah wisatawan yang berangjangsana ke TN Komodo telah dominan pada perkembangan ekonomi yang signifikan, terutama di Kabupaten Manggarai Barat dan distrik di sekitarnya (NTT)," kata Djati Witjaksono Hadi, laksana yang dilansir dari Antara pada Kamis (14/2).
PILIHAN REDAKSI
Nasib Penutupan Pulau Komodo Ditentukan Agustus Mendatang
Tak Cuma Kejelasan, Konservasi Pulau Komodo Perlu Ketegasan
Melangkah ke Pulau Rinca
Djati lanjut mengatakan, bukan cuma fauna purba komodo yang menjadi pesona pengunjung yang mayoritas adalahwisatawan mancanegara, sebab di TN Komodo pun ada 42 titik selam yang menjadi magnet kedatangan.
Tren jumlah pengunjung ke area wisata tersebut pun terus bertambah dari tahun ke tahun, khususnya sejak area itu diputuskan sebagai New 7 Wonders of Natura pada tahun 2012.
Pada tahun 2014, jumlah trafik wisatawan terdaftar 80.626 ribu, tahun 2015 menjadi 95.410, tahun 2016 naik menjadi 107.711, tahun 2017 naik lagi menjadi 125.069 dan tahun 2018 terdaftar 159.217 wisawatan.
Tiket masuk wisatawan mancanegara sebesar Rp150 ribu dan wisatawan nusantara sebesar Rp5.000, menurut PP. 12 tahun 2014 mengenai Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Data Kementerian KLHK menunjukkan, penerimaan pungutan yang disetor oleh Balai TN Komodo untuk kas negara terus merasakan peningkatan.
Pada tahun 2014 Balai Taman Nasional Komodo menyetor pungutan guna kas negara sebesar Rp5,4 miliar, tahun 2015 Rp19,20 miliar, tahun 2016 Rp22,80 miliar, tahun 2017 Rp29,10 miliar, dan tahun 2018 Rp 33,16 miliar.
Meningkatnya jumlah wisatawan yang berangjangsana ke TN Komodo telah dominan pada perkembangan ekonomi yang signifikan, terutama di Kabupaten Manggarai Barat dan distrik di sekitarnya.
Rantai ekonomi dominan pada penghidupan masyarakat pelaku wisata antara beda tour operator yang mengoperasikan 157 kapal wisata, keterlibatan 94 guide dari masyarakat lokal, tingkat hunian 1.136 kamar hotel, lahirnya empat hotel berbintang.
Rantai ekonomi tersebut dominan pada penghidupan 4.556 jiwa masyarakat yang tersebar di Desa Komodo (1.725 jiwa), Desa Papagaran (1.252 jiwa), dan Desa Pasir Panjang (1.579 jiwa). Khusus masyarakat dari Desa Komodo, mayoritas terlibat dalam pekerjaan wisata.
Comments
Post a Comment