Menteri Mundur, Pemerintahan Kanada Diguncang Skandal
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, terkejut sesudah Menteri Urusan Veteran, Jody Wilson-Raybould (47), mengundurkan diri. Kini pemerintahannya menghadapi krisis politik sebab mantan menterinya tersebut disebut menampik terlibat menyalahgunakan wewenang saat menjabat sebagai Menteri Kehakiman.
Seperti dikutip Reuters, Rabu (13/2), Raybould mengantarkan sepucuk surat untuk Trudeau yang mengandung dia dengan berat hari mundur dari kabinet berat tanpa menyerahkan alasan.
Jody diadukan membantu perusahaan konstruksi SNC-Lavalin Group Inc., menghindari kasus sangkaan korupsi yang melibatkan sebanyak pejabat di Kanada.
Surat kabar Globe dan Mail mengadukan staf kepresidenan Trudeau mengupayakan menekan Jody untuk menata kesepakatan supaya perusahaan tersebut lolos dari denda. Namun, Trudeau menyangkal laporan tersebut. Jody sempat melalaikan tekanan tersebut, dan mengakibatkan dia digeser menjadi Menteri Urusan Veteran pada Januari lalu.
Jody diusung sebagai Menteri Kehakiman saat Trudeau berkuasa pada November 2015. Dia dan menjadi di antara politikus sangat menonjol.
"Terus terang, saya terkejut dan kecewa dengan keputusannya guna mundur," ucap Trudeau.
"Jika terdapat yang merasa berbeda, mereka memiliki keharusan untuk menyampaikannya untuk saya. Tidak terdapat seorang pun, tergolong Jody, mengerjakan hal tersebut," tambah Trudeau.
Pengunduran diri Jody itu dapat merusak citra kumpulan liberal yang akan berlomba dalam pemilihan umum pada Oktober mendatang. Hal ini pun menjadi pukulan kedua untuk Trudeau. Hasil jajak pendapat menunjukkan kumpulan liberal yang dipimpin Trudeau unggul tipis dari pihak oposisi konservatif.
Komisaris Etika Independen, Mario Dion, menuliskan dia sedang menyelidiki sangkaan penyalahgunaan wewenang yang dilaksanakan oleh pejabat bersangkutan permasalahan itu.
"Penyimpangan etika Trudeau dan penanganannya terhadap skandal teranyar ini telah menciptakan pemerintahannya kacau," kata pemimpin kumpulan konservatif, Andrew Scheer.
Pada 2017, Trudeau meminta maaf sesudah Komisi Etika menuliskan dia sudah melanggar undang-undang konflik kepentingan sebab menerima liburan di pulau Bahama kepunyaan Aga Khan, seorang pemimpin agama Ismaili.
Seperti dikutip Reuters, Rabu (13/2), Raybould mengantarkan sepucuk surat untuk Trudeau yang mengandung dia dengan berat hari mundur dari kabinet berat tanpa menyerahkan alasan.
Jody diadukan membantu perusahaan konstruksi SNC-Lavalin Group Inc., menghindari kasus sangkaan korupsi yang melibatkan sebanyak pejabat di Kanada.
Surat kabar Globe dan Mail mengadukan staf kepresidenan Trudeau mengupayakan menekan Jody untuk menata kesepakatan supaya perusahaan tersebut lolos dari denda. Namun, Trudeau menyangkal laporan tersebut. Jody sempat melalaikan tekanan tersebut, dan mengakibatkan dia digeser menjadi Menteri Urusan Veteran pada Januari lalu.
Jody diusung sebagai Menteri Kehakiman saat Trudeau berkuasa pada November 2015. Dia dan menjadi di antara politikus sangat menonjol.
"Terus terang, saya terkejut dan kecewa dengan keputusannya guna mundur," ucap Trudeau.
"Jika terdapat yang merasa berbeda, mereka memiliki keharusan untuk menyampaikannya untuk saya. Tidak terdapat seorang pun, tergolong Jody, mengerjakan hal tersebut," tambah Trudeau.
Pengunduran diri Jody itu dapat merusak citra kumpulan liberal yang akan berlomba dalam pemilihan umum pada Oktober mendatang. Hal ini pun menjadi pukulan kedua untuk Trudeau. Hasil jajak pendapat menunjukkan kumpulan liberal yang dipimpin Trudeau unggul tipis dari pihak oposisi konservatif.
Komisaris Etika Independen, Mario Dion, menuliskan dia sedang menyelidiki sangkaan penyalahgunaan wewenang yang dilaksanakan oleh pejabat bersangkutan permasalahan itu.
"Penyimpangan etika Trudeau dan penanganannya terhadap skandal teranyar ini telah menciptakan pemerintahannya kacau," kata pemimpin kumpulan konservatif, Andrew Scheer.
Pada 2017, Trudeau meminta maaf sesudah Komisi Etika menuliskan dia sudah melanggar undang-undang konflik kepentingan sebab menerima liburan di pulau Bahama kepunyaan Aga Khan, seorang pemimpin agama Ismaili.

Comments
Post a Comment