Honda Setuju Moge Dapat Restu Melintas di Tol

Astra Honda Motor (AHM) menyambut baik gagasan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) tentang sepeda motor masuk jalan tol. AHM menilai, idealnya motor besar atau 'moge' yang diberi akses pada urusan itu.

Executive Vice President Director AHM Johannes Loman menyampaikan dalil motor bermesin besar lebih sesuai masuk tol karena kecepatannya bisa mengimbangi kendaraan lain. Idealnya, menurut keterangan dari Loman, motor dengan kubikasi di atas 250 cc diberi izin masuk tol.

"Berdasarkan keterangan dari saya di atas 250 cc. Karena bila di bawah tersebut sepertinya barangkali tidak dapat mengimbangi," kata Loman di Bandung, Sabtu (10/2).



Selain tersebut Loman menilai pengendara motor besar punya keterampilan berkendara lebih baik ketimbang pengendara motor bermesin lebih kecil.

"Karena di dalam tol diperlukan motor yang siap, kedua pengendara yang punya skill tinggi. Karena di Amerika masuk jalan tol pada umumnya diperlukan motor yang baik dan keterampilan dari pengemudinya sendiri," ucap Loman.

Kendati demikian, lelaki yang pun menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) ini menambahkan bahwa pihaknya menyokong sepenuhnya apapun keputusan pemerintah nanti.

"Jadi prinsipnya kalau tidak sedikit positifnya dan ditetapkan pemerintah kami menyambut baik. Tapi bila memang belum waktunya ya kami pun mengerti," ungkap Loman.

Wacana sepeda motor masuk tol dulu sempat diusulkan sebelum dikatakan Bamsoet. Namun sampai kini baru dua wilayah yang memberi keleluasaan untuk sepeda motor masuk ke jalur tol, yakni Bali dan Suramadu.

Mabes Polri pun sudah menyambut baik gagasan Bamsoet soal tol, walau Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku belum terpikirkan guna merealisasikan urusan tersebut karena tidak sedikit pertimbangan.

Sementara hasil poling CNNIndonesia.com di media sosial, lebih tidak sedikit warga internet yang menolak kepandaian motor masuk tol.

Sepekan kemudian Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) pun menyatakan dukungannya soal wacana motor diizinkan melintas di jalan tol. Mirip AHM, Presiden Direktur YIMM Minoru Morimoto menuliskan idenya wacana tersebut berlaku bikin motor berkapasitas lebih dari 250 cc. Pertimbangannya, pengendara motor ruang belajar seperti tersebut dianggap kawakan dan dapat mengontrol dirinya.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela