Skandal Korupsi Netanyahu Kemungkinan Diadili Sebelum Pemilu

Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit menuliskan tidak mempunyai dalil yang menghalanginya menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berhubungan skandal korupsi. Mandelblit bahkan mengisyaratkan dapat mulai mengadili orang nomor satu di Israel tersebut sebelum pemilihan umum dilangsungkan pada 9 April mendatang.

Mandelblit menuliskan dia bareng timnya masih mengecek materi permasalahan yang menjerat Netanyahu. Dia menuturkan berupaya menciptakan susunan tuduhan secepat mungkin.


"Saya telah memberi tahu pengacara (Netanyahu) bahwa tidak terdapat halangan untuk menciptakan dan mengeluarkan keputusan, andai ada, guna mempertimbangkan pengajuan tuduhan dalam kasus-kasus yang sehubungan dengan PM, atau beberapa dari mereka yang tunduk pada hukum, bahkan sebelum tanggal pemilu," ucap Mandelblit pada Jumat


Pertama, Case 1000. Dalam perkara ini Netanyahu dan keluarganya dituduh menerima gratifikasi berupa sampanye, cerutu, dan sebanyak perhiasan dari produser Hollywood yang adalahwarga Israel, Arnon Milchan, dan pebisnis asal Australia, James Packer, dalam kurun masa-masa 2007 hingga 2016.

Hadiah-hadiah tersebut disebut diserahkan kepada Netanyahu sebagai imbalan sebab telah menyerahkan "bantuan politik." Hingga kini, investigasi polisi masih berkutat guna mengungkap pertolongan politik laksana apa yang diberikan.

Kasus kedua dinamakan Case 2000. Netanyahu dituduh melobi Arnon Mozes, seorang empunya surat kabar ternama Israel, Yedioth Ahronoth, berhubungan permintaan perkabaran positif. Sebagai imbalannya, Netanyahu yang berkuasa semenjak 2009 bersekongkol dengan mengeluarkan aturan pemerintah dan sejumlah teknik lain untuk mengurangi pertumbuhan surat kabar pesaing Yediot, Israel Hayom.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela