Tingkat Hunian Hotel di Bali Meningkat Jelang Imlek

Jelang liburan tahun baru Imlek, nyaris semua negara di dunia bersiap menampung wisatawan asal China yang bakal berwisata usai kembali ke negaranya.

Diperkirakan selama tujuh juta penduduk negara China akan mengerjakan perjalanan ke luar negeri usai Imlek.

Sebagai salah satu tujuan wisata kesayangan kelas dunia, Bali jelas menjadi incaran untuk wisatawan dari penjuru dunia tergolong China.
Namun isu yang bergulir di pulau dewata belakangan ini terkesan tidak cukup menyenangkan wisatawan mancanegara.



Mulai dari Zero Dollar Tour di akhir tahun lalu, sampai wacana penerapan ongkos kontribusi US$10 guna wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali.

Terkait isu ongkos kontribusi guna wisman, Chairman Bali Hotel Association (BHA) Ricky Putra menilai wacana ini asih terlampau prematur guna dibahas.

Namun Ricky berpikir jika Imlek menambah okupansi hotel di Bali.

"Tahun ini tingkat okupansi hotel jelang Imlek sudah menjangkau 75-80 persen, diduga akan meningkat dalam 2-3 hari ke depan," ujar Ricky

"Angka ini jauh lebih banyak ketimbang tahun kemudian yang melulu 70 persen. Hal ini disebabkan erupsi Gunung Agung."

Ricky melanjutkan pada tahun kemudian wisman yang paling tidak sedikit berkunjung ke Bali berasal dari Australia (89,6 ribu), dan disusul oleh China (75,8 ribu).

Sementara tersebut Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan paling tidak 200 ribu wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok yang berangjangsana ke Indonesia sekitar Febuari 2019 seiring puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I (Great China) Kemenpar, Vinsensius Jemadu di Jakarta, Rabu (30/1), menuliskan dari tahun ke tahun, wisman Tiongkok yang berangjangsana ke Indonesia selalu melimpah selama Imlek dan Cap Go Meh, sampai-sampai menjadikan bulan Februari sebagai peak season (musim puncak wisata) untuk wisatawan asal Negara Tirai Bambu.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela