225 Juta Serangan Siber Masuk Indonesia Sepanjang 2018
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menulis adanya 225,9 juta serangan siber ke Indonesia pada 2018. Pusat Operasi menulis 40 persen di antaranya adalahserangan malware.
"225,9 juta serangan siber yang masuk ke Indonesia 2018. Kita dapat melihat banyak sekali 40% malware makanya terdapat teknologi khusus anda kerja sama dengan HoneyNet," tutur Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo dalam forum Cyber Corner
Di sisi lain, laporan dari HoneyNet menulis paling tidak terdapat 12,8 juta serangan siber ke enam provinsi di Indonesia. Sebagai informasi HoneyNet ialah organisasi ketenteraman internet yang disuruh bekerja sama dengan BSSN guna mendeteksi dan menangkal serangan siber dari semua dunia.
Lihat juga: BSSN Ungkap Tiga Jurus Serangan Siber Jelang Pilpres 2019
Kerja sama ini diperlukan oleh BSSN guna mengantisipasi pergelaran Pilpres 2019 dari serangan siber. Dalam peluang yang sama Kepala BSSN Djoko Setiadi serangan malware adalahhal yang riskan menjelang Pilpres 2019.
"Informasi interaksi dengan HoneyPot direkam guna mempelajari sekian banyak teknik serangan yang terus berubah dan berkembang, informasi yang direkam diantaranya IP Address, sumber serangan, instruksi yang dijalankan dan evolusi yang dilaksanakan oleh penyerang, kata Djoko.
Laporan dari HoneyPot ini diinginkan menjadi kompas untuk menyimak lanskap durjana siber di dunia. Sebagai informasi kerja sama antara HoneyPot dengan BSSN sudah dilaksanakan sejak akhir 2018.
Lihat juga: BPPT Siapkan Sistem e-Pemilu
HoneyPot memasang sensor-sensor di sekian banyak universitas di masing-masing provinsi guna mendeteksi serangan siber. Sulistyo menyatakan saat ini ketika ini sensor sudah dipasang di enam provinsi di 21 titik, dalam lima tahun ke depan sensor bakal dipasang di 34 provinsi.
Sulistyo menyatakan menurut laporan HoneyPot, Rusia adalahnegara yang sangat sering mengerjakan serangan siber ke Indonesia. Rusia menjadi sumber serangan tertinggi dengan jumlah lebih dari 2,5 juta serangan, disusul dengan China dengan 1,8 juta serangan dan Amerika Serikat dengan 1,4 juta serangan.
Kendati demikian, Sulistyo menekankan belum pasti serangan benar-benar berasal dari ketiga negara tersebut. Pasalnya peretas dapat merekayasa alamat IP sampai-sampai serangan dapat direkayasa berasal dari negara tertentu.
"Jadi yang anda deteksi ialah nomor IP, dapat jadi di Rusia tersebut melulu proxy melulu sumber mula serangan tersebut. Belum dapat dikatakan Rusia sebagai negara menjadi dalang serangan," tutur Sulistyo
"225,9 juta serangan siber yang masuk ke Indonesia 2018. Kita dapat melihat banyak sekali 40% malware makanya terdapat teknologi khusus anda kerja sama dengan HoneyNet," tutur Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo dalam forum Cyber Corner
Di sisi lain, laporan dari HoneyNet menulis paling tidak terdapat 12,8 juta serangan siber ke enam provinsi di Indonesia. Sebagai informasi HoneyNet ialah organisasi ketenteraman internet yang disuruh bekerja sama dengan BSSN guna mendeteksi dan menangkal serangan siber dari semua dunia.
Lihat juga: BSSN Ungkap Tiga Jurus Serangan Siber Jelang Pilpres 2019
Kerja sama ini diperlukan oleh BSSN guna mengantisipasi pergelaran Pilpres 2019 dari serangan siber. Dalam peluang yang sama Kepala BSSN Djoko Setiadi serangan malware adalahhal yang riskan menjelang Pilpres 2019.
"Informasi interaksi dengan HoneyPot direkam guna mempelajari sekian banyak teknik serangan yang terus berubah dan berkembang, informasi yang direkam diantaranya IP Address, sumber serangan, instruksi yang dijalankan dan evolusi yang dilaksanakan oleh penyerang, kata Djoko.
Laporan dari HoneyPot ini diinginkan menjadi kompas untuk menyimak lanskap durjana siber di dunia. Sebagai informasi kerja sama antara HoneyPot dengan BSSN sudah dilaksanakan sejak akhir 2018.
Lihat juga: BPPT Siapkan Sistem e-Pemilu
HoneyPot memasang sensor-sensor di sekian banyak universitas di masing-masing provinsi guna mendeteksi serangan siber. Sulistyo menyatakan saat ini ketika ini sensor sudah dipasang di enam provinsi di 21 titik, dalam lima tahun ke depan sensor bakal dipasang di 34 provinsi.
Sulistyo menyatakan menurut laporan HoneyPot, Rusia adalahnegara yang sangat sering mengerjakan serangan siber ke Indonesia. Rusia menjadi sumber serangan tertinggi dengan jumlah lebih dari 2,5 juta serangan, disusul dengan China dengan 1,8 juta serangan dan Amerika Serikat dengan 1,4 juta serangan.
Kendati demikian, Sulistyo menekankan belum pasti serangan benar-benar berasal dari ketiga negara tersebut. Pasalnya peretas dapat merekayasa alamat IP sampai-sampai serangan dapat direkayasa berasal dari negara tertentu.
"Jadi yang anda deteksi ialah nomor IP, dapat jadi di Rusia tersebut melulu proxy melulu sumber mula serangan tersebut. Belum dapat dikatakan Rusia sebagai negara menjadi dalang serangan," tutur Sulistyo

Comments
Post a Comment