Banjir Diskon Sambut Perayaan Imlek di Hong Kong

Perayaan Imlek adalahperayaan besar untuk warga Tionghoa, tergolong warga Hong Kong. Pemerintah Hong Kong menetapkan cuti selama tiga hari, 5-7 Januari 2019, untuk penduduknya guna merayakan tahun baru China itu.

Berdasarkan pemantauan CNNIndonesia.com saat berangjangsana pada akhir Januari lalu, jelang perayaan Imlek, mayoritas hotel dan pusat perbelanjaan di Hong Kong telah memasang ornamen yang identik dengan perayaan Imlek. Beberapa di antaranya pohon jeruk Imlek, lampion berwarna merah, stiker bergambar babi emas hingga dekorasi simbol keberuntungan.

Sama halnya dengan di Indonesia, momentum Imlek pun menjadi ajang semua pedagang guna mengeruk cuan dan menawarkan sekian banyak  promo diskon. Hampir masing-masing toko menawarkan program diskon besar-besaran guna produknya, bahkan sampai 90 persen. Mulai dari pakaian, perhiasan, sepatu, sampai kosmetik. Hal ini pasti menjadi nilai tambah untuk Hong Kong yang telah dikenal sebagai di antara surga melakukan pembelian barang di Asia
Mengingat tahun ini adalahtahun babi tanah, saudagar ritel tidak sedikit yang menjual lini produk bergambar babi. Tak ketinggalan, toko penjaja angpao pun dipadati oleh pengunjung.

Melinda, di antara pegawai di gerai Hong Kong Jewellery (HKJ) yang terletak di lokasi elit Tsim Sha Tsui, mengungkapkan gerainya kian ramai menjelang Imlek, khususnya dari turis China, Filipina dan Indonesia.

Wanita asal Singkawang, Kalimantan Barat, yang telah 16 tahun bermukim di Hong Kong ini mengungkapkan gerainya menawarkan promo besar-besaran dalam rangka Imlek guna perhiasan giok, emas, mutiara, berlian dan permata. Harganya bervariasi di kisaran ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah.

"Yang laris guna kado seringkali perhiasan emas bermotif shio maupun simbol yang mempunyai unsur keberuntungan," ujar Melinda untuk CNNIndonesia.com, Jumat (25/1).



Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hong Kong Mandala Sukarto Purba mengungkapkan persiapan seringkali akan semakin meriah sepekan menjelang Imlek.

Sama seperti ketika menjelang lebaran di Indonesia, sebanyak biro pemerintah setempat bahkan mulai meminimalisir pelayanannya. Sementara itu, sentra melakukan pembelian barang dipadati pengunjung sebab promo diskon yang digelar.

"Itu seluruh untuk persiapan Imlek," ujar Mandala.

Bagi penduduk Hong Kong, momentum Imlek dapat menjadi peluang untuk berkumpul bareng sanak keluarga. Yao (63) menyatakan malas terbit rumah pada ketika perayaan Imlek. Ia memilih untuk menguras waktu bareng keluarganya.

Pasalnya, pusat perbelanjaan, restoran dan hiburan bakal dipadati pengunjung, yang mayoritas dari China daratan.
Berdasarkan data Biro Statistik Hong Kong, penduduk China daratan memang adalahpengunjung terbesar Hong Kong.

Kunjungan penduduk China daratan ke Hong Kong sekitar periode Januari - Oktober 2018 menjangkau 41,28 juta orang atau selama 78,5 persen dari total pengunjung Hong Kong yang menjangkau 52,57 juta orang. Jumlah tersebut lebih dari lima kali lipat dari warga Hong Kong yang melulu berkisar 7,4 juta orang.

Restoran atau toko yang dikunjungi oleh turis China dapat mengeruk deviden lebih besar. Pasalnya, pada ketika Imlek, seringkali biaya layanan yang dikenakan bakal lebih tinggi.

"Pada ketika Imlek, restoran di Hong Kong bakal mengenakan ongkos pelayanan lebih tinggi selama 20 persen sampai 30 persen (dari harga jual). Orang Hong Kong tahu, Imlek satu tahun sekali, sampai-sampai pengunjung dari China tidak merasa apa-apa," ujar Yao.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela