Korut-AS Negosiasi di Negara Asia Jelang Pertemuan Kim-Trump

Amerika Serikat dan Korea Utara di di antara negara Asia pada pekan ini akan melangsungkan rapat negosiasi menjelang pertemuan kedua Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un.

"Korea Utara dan AS sepakat melanjutkan negosiasi di negara ketiga di Asia dalam minggu ini sebelum 17 Februari," ujar juru bicara kepresidenan Korsel, Kim Eui-kyeom, Minggu (10/2).



Pernyataan ini dikatakan setelah Utusan Khusus AS guna Korut, Stephen Biegun, menuliskan bahwa kedua negara memerlukan lebih tidak sedikit dialog menjelang pertemuan kedua Trump dan Kim yang dijadwalkan dilangsungkan di Vietnam pada 27-28 Februari mendatang.
Lihat juga: Utusan AS ke Korut Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Biegun sendiri sudah berangjangsana ke Korut dan Korsel guna mempersiapkan pertemuan ini. Kementerian Luar Negeri AS mengaku bahwa pertemuan tersebut berfokus pada "komitmen mengerjakan denuklirisasi, mengolah hubungan AS-Korut, dan membina perdamaian abadi di Semenanjung Korea."


Salah satu ganjalan dalam proses denuklirisasi sekitar ini ialah perbedaan pemahaman antara AS dan Korut soal pengertian perlucutan senjata nuklir.

AS hendak terus mengurangi Korut dengan sanksi hingga negara terisolasi tersebut mau sepenuhnya melucuti senjata nuklir.




Sementara itu, Korut hendak AS menarik keluar sanksi-sanksi tersebut ketika mereka melucuti senjata nuklir secara bertahap.

Sebelumnya, Beigun mengatakan akan mendiskusikan solusi bersangkutan kebuntuan tersebut sekitar berada di Pyongyang. Dia pun mengisyaratkan pemerintahan AS mulai empuk dengan memungkinkan kesepakatan dengan Korut soal denuklirisasi.

Beigun menuliskan "AS siap mengambil tahapan secara simultan dan paralel" dengan Korut saat proses denuklirisasi berlangsung.Amerika Serikat dan Korea Utara di di antara negara Asia pada pekan ini akan melangsungkan rapat negosiasi menjelang pertemuan kedua Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un.

"Korea Utara dan AS sepakat melanjutkan negosiasi di negara ketiga di Asia dalam minggu ini sebelum 17 Februari," ujar juru bicara kepresidenan Korsel, Kim Eui-kyeom, Minggu (10/2).

Pernyataan ini dikatakan setelah Utusan Khusus AS guna Korut, Stephen Biegun, menuliskan bahwa kedua negara memerlukan lebih tidak sedikit dialog menjelang pertemuan kedua Trump dan Kim yang dijadwalkan dilangsungkan di Vietnam pada 27-28 Februari mendatang.
Lihat juga: Utusan AS ke Korut Persiapkan Pertemuan Trump-Kim Jong-un
Biegun sendiri sudah berangjangsana ke Korut dan Korsel guna mempersiapkan pertemuan ini. Kementerian Luar Negeri AS mengaku bahwa pertemuan tersebut berfokus pada "komitmen mengerjakan denuklirisasi, mengolah hubungan AS-Korut, dan membina perdamaian abadi di Semenanjung Korea."


Salah satu ganjalan dalam proses denuklirisasi sekitar ini ialah perbedaan pemahaman antara AS dan Korut soal pengertian perlucutan senjata nuklir.

AS hendak terus mengurangi Korut dengan sanksi hingga negara terisolasi tersebut mau sepenuhnya melucuti senjata nuklir.




Sementara itu, Korut hendak AS menarik keluar sanksi-sanksi tersebut ketika mereka melucuti senjata nuklir secara bertahap.

Sebelumnya, Beigun mengatakan akan mendiskusikan solusi bersangkutan kebuntuan tersebut sekitar berada di Pyongyang. Dia pun mengisyaratkan pemerintahan AS mulai empuk dengan memungkinkan kesepakatan dengan Korut soal denuklirisasi.

Beigun menuliskan "AS siap mengambil tahapan secara simultan dan paralel" dengan Korut saat proses denuklirisasi berlangsung.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela