AS Ajukan Resolusi Desak Pemilu Venezuela ke DK PBB

Amerika Serikat mengemukakan draf resolusi guna mendesak pemilihan umum di Venezuela ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir pekan lalu.

Sejumlah diplomat AS mengonfirmasi kabar ini, namun mereka belum memahami waktu tentu DK PBB akan mengerjakan pemungutan suara berhubungan draf tersebut.



Namun, sebanyak diplomat lainnya memperkirakan Rusia sebagai sekutu Presiden Nicolas Maduro bakal memveto draf resolusi itu.
Lihat juga: Militer AS Sebut Tentara Venezuela Kelaparan
Teks draf resolusi yang didapat AFP mengandung "Desakan mengawali proses politik mengarah ke pemilu presiden yang bebas, adil, dan kredibel, dengan pengawas pemilu internasional, sejalan dengan konstitusi Venezuela."


Draf resolusi tersebut juga meminta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres memakai kewenangannya guna meyakinkan pemilu tersebut dilaksanakan.

Di samping itu, resolusi tersebut juga mendengungkan "dukungan penuh untuk Majelis Nasional sebagai satu-satunya institusi di Venezuela yang dipilih secara demokratis."
Lihat juga: Guaido Peringatkan Militer Venezuela Tak Blokade Bantuan
Pemimpin Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, sendiri telah memproklamirkan diri sebagai presiden interim di tengah demonstrasi anti-Maduro besar-besaran pada Januari lalu.

Draf resolusi tersebut juga menekankan "kekhawatiran mendalam atas kekerasan dan pemakaian pasukan berlebih oleh pasukan ketenteraman Venezuela terhadap demonstran tak bersenjata dan damai."




Lebih jauh, draf tersebut juga berisi tekanan untuk membuka akses pertolongan kemanusiaan ke Venezuela. Desakan ini hadir setelah Venezuela melarang pertolongan AS masuk ke negara yang tengah dilanda krisis berkepanjangan itu.

Di tengah kemelut ini, Guaido mengaku siap mengambil tahapan yang diperlukan, termasuk memperbolehkan intervensi militer AS, demi mendepak Maduro dan menanggulangi krisis kemanusiaan di negaranya

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela