Facebook Bakal Buka-bukaan Soal Iklan di Platformnya
Facebook membuat kepandaian yang bakal buka-bukaan soal pengiklan di platformnya. Nantinya, fitur ini akan mengindikasikan siapa yang menyerahkan kontak informasi untuk pengiklan sampai-sampai iklan tersebut hadir di laman pemakai. Pengguna bakal tahu apakan kontak tersebut didapat langsung dari sumber laksana peritel atau pihak ketiga yang mengoleksi data tersebut.
Nantinya data-data ini dapat dilihat pemakai pada pilihan "Mengapa saya menyaksikan (iklan) ini?". Opsi tersebut dapat diakses dengan mengklik pilihan titik tiga di pojok kanan atas. Sebelumnya, di pilihan "mengapa saya menyaksikan (iklan) ini" Facebook melulu menampilkan dalil mengapa suatu iklan hadir di laman pemakai. Akan muncul sejumlah opsi yang menunjukkan bisa jadi iklan muncul.
Misal sebab mereka memang menargetkan pemakai menurut penargetan usia atau kedudukan pemakai di Facebook. Nantinya informasi yang diserahkan akan lebih detil. Pengguna dapat melihat oleh siapa kontak anda diunggah dan siapa yang membuat susunan kontak itu.
Lihat juga: Facebook Masih Usaha Gaet Remaja, Bikin Fitur Daftar Meme
Meski demikian, Facebook tidak mempunyai alat untuk mengerjakan verifikasi atas pengakuan yang diungkap oleh pengiklan. Sebelumnya, pada November, Facebook mewajibkan pengiklan dan developer teknologi pemasaran guna mengungkap secara spesifik untuk siapa mereka mengerjakan promosi tersebut. Pada Maret, Facebook membuat kepandaian yang mewajibkan pengiklan sudah mempunyai izin guna mengunggah nomor ponsel atau email seseorang guna iklan yang ditargetkan.
Facebook menyebut urusan ini dilaksanakan untuk menyerahkan pemakai definisi yang lebih baik bagaimana data mereka dipakai oleh pengiklan, seperti dilafalkan juru bicara Facebook untuk TechCrunch.
Meski demikian, urusan ini tidak bakal menghentikan penyalahgunaan data. Hal ini bakal memberi pilihan untuk pemakai untuk memberi batas data pemakai. Fitur ini pun membantu Facebook menciduk rekanan pengiklan yang mengunggah informasi tanpa persetujuan.
Kebijakan ini diharapkan dapat membuat perusahaan beranggapan dua kali guna memanen data pelanggan mereka tanpa bertanya sebelumnya. Facebook barangkali tidak setransparan perusahaan beda bersangkutan kepandaian iklan di platformnya, laksana dikutip Engadget.
Nantinya data-data ini dapat dilihat pemakai pada pilihan "Mengapa saya menyaksikan (iklan) ini?". Opsi tersebut dapat diakses dengan mengklik pilihan titik tiga di pojok kanan atas. Sebelumnya, di pilihan "mengapa saya menyaksikan (iklan) ini" Facebook melulu menampilkan dalil mengapa suatu iklan hadir di laman pemakai. Akan muncul sejumlah opsi yang menunjukkan bisa jadi iklan muncul.
Misal sebab mereka memang menargetkan pemakai menurut penargetan usia atau kedudukan pemakai di Facebook. Nantinya informasi yang diserahkan akan lebih detil. Pengguna dapat melihat oleh siapa kontak anda diunggah dan siapa yang membuat susunan kontak itu.
Lihat juga: Facebook Masih Usaha Gaet Remaja, Bikin Fitur Daftar Meme
Meski demikian, Facebook tidak mempunyai alat untuk mengerjakan verifikasi atas pengakuan yang diungkap oleh pengiklan. Sebelumnya, pada November, Facebook mewajibkan pengiklan dan developer teknologi pemasaran guna mengungkap secara spesifik untuk siapa mereka mengerjakan promosi tersebut. Pada Maret, Facebook membuat kepandaian yang mewajibkan pengiklan sudah mempunyai izin guna mengunggah nomor ponsel atau email seseorang guna iklan yang ditargetkan.
Facebook menyebut urusan ini dilaksanakan untuk menyerahkan pemakai definisi yang lebih baik bagaimana data mereka dipakai oleh pengiklan, seperti dilafalkan juru bicara Facebook untuk TechCrunch.
Meski demikian, urusan ini tidak bakal menghentikan penyalahgunaan data. Hal ini bakal memberi pilihan untuk pemakai untuk memberi batas data pemakai. Fitur ini pun membantu Facebook menciduk rekanan pengiklan yang mengunggah informasi tanpa persetujuan.
Kebijakan ini diharapkan dapat membuat perusahaan beranggapan dua kali guna memanen data pelanggan mereka tanpa bertanya sebelumnya. Facebook barangkali tidak setransparan perusahaan beda bersangkutan kepandaian iklan di platformnya, laksana dikutip Engadget.

Comments
Post a Comment