Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, mengaku tidak sepakat dengan keputusan sang kakak, Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi (67), terjun ke bidang politik dan ikut dalam pemilihan umum pada Maret mendatang. Hal ini bisa jadi akan mengandaskan cita-cita sang kakak guna melawan petahana, Prayut Chan o Cha.

"Keterlibatan anggota family kerajaan dalam politik dalam format apapun berlawanan dengan tradisi negara, tata cara, dan kebudayaan dan urusan tersebut saya anggap paling tidak pantas," kata Vajiralongkorn dalam pengakuan yang diterbitkan istana kerajaan Thailand, seperti dikutip Reuters, Jumat (8/2).



Pencalonan Ubolratana ini diberitahukan langsung oleh pengusungnya, Partai Thai Raksa Chart, partai besutan semua loyalis family mantan perdana menteri, Yingluck dan Thaksin Shinawatra.



"Seluruh family kerajaan mesti menaati aturan yang berlaku, dan tidak terjun dalam pekerjaan politik, sebab itu berlawanan dengan destinasi undang-undang dasar," tulis Vajiralongkorn dalam pernyataannya.

Ubolratana dikenal sebagai individu ceria, sangat bertolak belakang dengan Vajiralongkorn yang kaku. Ia sempat mencungkil titel kerajaannya ketika menikahi seorang penduduk Amerika Serikat sejumlah dekade lalu.

Ubolratana lantas bercerai dan pulang ke Thailand, di mana ia masih dirasakan sebagai unsur dari family kerajaan.

Thailand menjadi negara monarki konstitusional semenjak 1932. Namun, family kerajaan mempunyai pengaruh urgen dan bisa menggiring opini jutaan warga.

Pemilihan umum ini bakal menjadi yang kesatu semenjak pemerintahan militer Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha menggulingkan pemerintah sipil Yingluck Shinawatra nyaris lima tahun silam.


Di sisi lain, konstitusi Negeri Gajah Putih sangat mengayomi kerajaan. Hal tersebut termaktub dalam Pasal 112 UUD Thailand yang menata soal hukuman untuk siapapun yang mempermalukan, menghina, dan menakut-nakuti raja, ratu, serta semua keturunan mereka. Pelakunya dapat terancam dibui sekitar tiga sampai 15 tahun, bahkan terdapat yang lebih tergantung tingkat kesalahan.

Beleid tersebut menjadikan semua keluarga kerajaan, tergolong Ubolratana, kebal terhadap kritik. Meski dia diangap sebagai individu yang membuka diri dan aktif di media sosial, media massa setempat tidak dapat sembarang memungut atau mengutip apapun darinya, walaupun urusan tersebut menarik diberitakan.

Comments

Popular posts from this blog

Kakak Raja Thailand Calonkan Diri Jadi Perdana Menteri

Twitter Pertimbangkan Bikin Fitur 'Klasifikasi'

Tolak Maduro, Australia Dukung Juan Guaido Pimpin Venezuela