Jadwal Presiden Bocor, Trump Bantah Banyak Waktu Bersantai
Donald Trump menyangkal menghabiskan tidak sedikit waktu bersantai sekitar bekerja, menanggapi kebocoran jadwal Presiden Amerika Serikat yang menunjukkan sehari-hari senggang.
Dalam pernyataannya, Trump mengklarifikasi perkabaran Axios pada pekan lalu, yang membeberkan jadwal kerja presiden, di mana tidak sedikit "waktu eksekutif" dengan maksud waktu guna menelepon, membawa koran, berkicau di Twitter, dan menyaksikan televisi.
Mencoba meluruskan, Trump menuliskan bahwa masa-masa kosong tersebut harus disaksikan secara "positif, bukan negatif."
"Ketika frasa Waktu Eksekutif dipakai, saya benar-benar bekerja, tidak bersantai. Faktanya, saya barangkali bekerja berjam-jam lebih dari presiden sebelumnya," ujar Trump melewati Twitter.
Donald J. Trump
✔
@realDonaldTrump
The media was able to get my work schedule, something very easy to do, but it should have been reported as a positive, not negative. When the term Executive Time is used, I am generally working, not relaxing. In fact, I probably work more hours than almost any past President.....
83.7K
1:27 AM - Feb 11, 2019
Twitter Ads info and privacy
48.2K people are talking about this
Melanjutkan pernyataannya, Trump menulis, "Faktanya, saat saya memungut alih jabatan sebagai presiden, negara anda hancur."
Trump lantas memaparkan sebanyak masalah di negaranya kala ia menerima takhta dari Barack Obama, mulai dari kelemahan militer, perang berkepanjangan, potensi perang dengan Korea Utara, pajak tinggi, imigrasi, sampai layanan kesehatan.
"Saya tak punya opsi di samping bekerja berjam-jam!" tulis Trump.
Lihat juga: Trump Berencana Deklarasikan ISIS Kalah Pekan Depan
Dalam jadwal yang bocor ke media itu, banyak sekali Trump tak terdapat jadwal kerja sebelum pukul 11.00. Setelah itu, ia baru menerima deskripsi intelijen, lantas jadwalnya pulang tak terlampau padat.
Kepala staf kepresidenan AS, Mick Mulvaney, lantas menjelaskan bahwa "waktu eksekutif" yang dimaksud dalam jadwal tersebut sebenarnya dipergunakan dengan baik oleh Trump.
"Waktu eksekutif tersebut ada di jadwal guna memungkinkan presiden mempersiapkan rapat selanjutnya, membicarakan rapat sebelumnya," ucap Mulvaney untuk NBC.
"Banyak telepon mulai dari jam 06.30 dan bakal terus ada sampai 23.00. Saya dapat pastikan bahwa beliau bekerja lebih dari yang terdapat di jadwal."
Mulvaney menuliskan Trump paling jengkel dengan kebocoran jadwal ini dan menyuruh pencarian pihak di balik insiden ini
Dalam pernyataannya, Trump mengklarifikasi perkabaran Axios pada pekan lalu, yang membeberkan jadwal kerja presiden, di mana tidak sedikit "waktu eksekutif" dengan maksud waktu guna menelepon, membawa koran, berkicau di Twitter, dan menyaksikan televisi.
Mencoba meluruskan, Trump menuliskan bahwa masa-masa kosong tersebut harus disaksikan secara "positif, bukan negatif."
"Ketika frasa Waktu Eksekutif dipakai, saya benar-benar bekerja, tidak bersantai. Faktanya, saya barangkali bekerja berjam-jam lebih dari presiden sebelumnya," ujar Trump melewati Twitter.
Donald J. Trump
✔
@realDonaldTrump
The media was able to get my work schedule, something very easy to do, but it should have been reported as a positive, not negative. When the term Executive Time is used, I am generally working, not relaxing. In fact, I probably work more hours than almost any past President.....
83.7K
1:27 AM - Feb 11, 2019
Twitter Ads info and privacy
48.2K people are talking about this
Melanjutkan pernyataannya, Trump menulis, "Faktanya, saat saya memungut alih jabatan sebagai presiden, negara anda hancur."
Trump lantas memaparkan sebanyak masalah di negaranya kala ia menerima takhta dari Barack Obama, mulai dari kelemahan militer, perang berkepanjangan, potensi perang dengan Korea Utara, pajak tinggi, imigrasi, sampai layanan kesehatan.
"Saya tak punya opsi di samping bekerja berjam-jam!" tulis Trump.
Lihat juga: Trump Berencana Deklarasikan ISIS Kalah Pekan Depan
Dalam jadwal yang bocor ke media itu, banyak sekali Trump tak terdapat jadwal kerja sebelum pukul 11.00. Setelah itu, ia baru menerima deskripsi intelijen, lantas jadwalnya pulang tak terlampau padat.
Kepala staf kepresidenan AS, Mick Mulvaney, lantas menjelaskan bahwa "waktu eksekutif" yang dimaksud dalam jadwal tersebut sebenarnya dipergunakan dengan baik oleh Trump.
"Waktu eksekutif tersebut ada di jadwal guna memungkinkan presiden mempersiapkan rapat selanjutnya, membicarakan rapat sebelumnya," ucap Mulvaney untuk NBC.
"Banyak telepon mulai dari jam 06.30 dan bakal terus ada sampai 23.00. Saya dapat pastikan bahwa beliau bekerja lebih dari yang terdapat di jadwal."
Mulvaney menuliskan Trump paling jengkel dengan kebocoran jadwal ini dan menyuruh pencarian pihak di balik insiden ini

Comments
Post a Comment